Forum Tanya Jawab dan Saran


Forum Tanya Jawab dan Saran - Forum Tanya Jawab 2

isi forum


Author
Message
Posted :
     
zelvy
petojo utara
selamat malam pa, saya dengan zelvy, ingin bertanya mengenai pengurusan IMB, kebetulan daerah yg akan dibangun masuk dalam Kecamatan Pesanggrahan, Kelurahan Bintaro,Jakarta Selatan. Adapun tanah yag akan dibangun seluas 665 m2, dengan luasan yg akan dibangun 20m x 20m,terdiri dari bangunan 2 lapis yg dipergunakan untuk gudang penyimpanan alat2 dekorasi pesta perkawinan. Menurut bapa, apakah saya cukup mendatangin Kecamatan saja & apa syarat2 yang harus saya penuhi. Sebelum & sesudahnya terimakasih
05/12/2011 19:12
Yth. Bpk. Kris Sandy, Terimakasih atas email anda, dapat saya sampaikan bahwa : 1. Saya tidak mengerti maksud rumusan yang disampaikan dalam email dimaksud,barangkali rumusan tersebut yang berlaku diwilayah diluar DKI Jakarta ? 2. Yang saya tahu, untuk peraturan di DKI Jakarta, besarnya retribusi IMB, perhitungannya adalah = Luas bangunan x Harga satuan per meter persegi jenis bangunan (lihat pasal 131 Perda DKI Jakarta No.1 Tahun 2006). 3. Apabila lokasi bangunan berada diwilayah DKI Jakarta, maka untuk pengurusan IMB, langkah yang harus ditempuh adalah : a. Terlebih dahulu di cek peruntukan rencana kota (ke Loket pelayanan Rencana Kota di Kecamatan setempat) untuk lokasi yang akan dimohonkan IMB, apakah peruntukan dan perpetakannya sesuai/bisa untuk membangun Rumah Tinggal, b. Apabila lokasi sdh sesuai, maka agar diajukan untuk pembuatan Ketetapan Rencana Kota (KRK) di loket pelayanan rencana kota Kecamatan. c. Membuat gambar (oleh drafter) rencana bangunan yang disesuaikan dengan ketentuan jenis peruntukan lokasinya, d. Setelah dimiliki KRK, Gambar Rencana Bangunan, maka dapat mengajukan permohonan IMB ke loket pelayanan IMB di Kecamatan, dengan dilengkapi data2 Sertifikat Tanah, PBB, KTP, dsb. e. Setelah berkas dinilai lengkap dan setelah diperiksa lapangan, maka kita dapat membayar retribusi IMB sesuai Surat Perintah Setor yang diterbitkan Seksi Perizinan Kecamatan. f. Selanjutnya kita tinggal menunggu penerbitan IMB dari Suku Dinas Perizinan Kota Administrasi wilayah setempat (biasanya berkisar 2 minggu sampai 1 bulan). Demikian tatacara pengajuan IMB yang dapat bapak lakukan, mudah2an jawaban saya bermanfaat. Terimakasih atas perhatiannya.
14/07/2011 09:10
Sandy
Jakarta Timur
Dear Pak Hilman, Saya sedang merenovasi rumah dan bermasalah dengan IMB. Yang saya ingin tanyakan bisa tolong di jelaskan mengenai perhitungan IMB yang terdiri dari (Indeks volume bangunan X Indeks peruntukan X Tarif bangunan)+ biaya pengawasan 10%, biaya konstruksi 6%, biaya pendaftaran 1%, dan biaya sempadan 1%. Luas Tanah saya berada 88m2 dan berada di dalam gang, renovasi sudah berjalan. Apabila saya ingin membuat IMB berapa biaya yang saya harus keluarkan dan bisakah saya menggunakan jasa Pak Hilman. atas jawabannya saya ucapkan terima kasih Regards Sandy
07/07/2011 17:24
Dani
jagakarsa
Selamat siang... Kebetulan saya beli rumah didaerah kec. jagakarsa sekitar 4 tahun yang lalu dengan luas tanah 82m2 dan dengan bangunan sekitar 60m2 pada saat saya beli masih berupa tanah luas yang dijual perkavling dan kemudian saya bangun. yang saya mau tanyakan apakah dengan kondisi seperti ini saya bisa membuat IMB ? dan apa saja syaratnya ? bagaimana caranya ? Mohon batuannya agar saya secepatnya bisa membuat IMB Atas jawabanya saya ucapkan terima kasih
16/06/2011 14:52
Handi
Kelapa Gading
Kami sedang dalam tahap pengajuan Permohonan IMB di SUDIN JAKUT untuk pembangunan rumah kami di Kelapa Gading. HArus dilakukan di SUDIN JAKUT karena kami menggabungkan 2 kavling. Yang mengecewakan selain urusan prosedur dan syarat yang kurang jelas dan mengakibatkan kami hingga kini harus bolak balik ke instansi terkait selama 6 bulan (pengajuan, perbaikan, pengajuan, perbaikan, dst.), adalah menurut ISO SUDIN JAKUT untuk rumah tinggal IMB akan diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 35 hari kerja (lebih dari 1.5 bulan) dari penyerahan dokument di loket layanan Prima bila semua lancar! -Handi-
13/05/2011 15:47
Nauli Soraya
Cempaka Wangi
Selamat siang pak..... Apa pembangunan Gardu Listrik harus menggunakan IMB ??? kami sebagai warga apa berhak menanyakan tentang surat IMB tersebut kepada pihak PLN?? jika tidak ada IMB nya kemana kami bisa melaporkan hal tersebut??
27/04/2011 13:16
arnie
pejaten barat
saya tinggal di kompleks DIKBUD,Pejaten Barat. Tetangga saya sedang membangun rumah 3 lapis dan bangunan tersebut seluas tanah yang ada, apakah dibolehkan?bangunan tersebut tidak menempelkan papan IMB,sebagian besar warga keberatan dengan ketinggian rumah tersebut, apabila kami ingin mengajukan keberatan harus dialamatkan kemana. Mohon petunjuk Terimakasih
29/01/2011 11:52
cheuk
jakarta
mohon info, kl mo renov rumah ( 2lt, 150m2 ) seperti mengganti atap ( dr kayu ke baja ringan krn keropos dimakan rayap ), mengganti keramik seluruh lantai , mengganti tembok + pagar depan, merenov tampilan dpn dr rmh lama ke model minimalis, dan membuat 1 wc baru di lt 2, apakah memerlukan ijin? Jika iya, ijin apa saja yg diperlukan dan brp kira2 biayanya? Lokasi jkt barat. thx
16/11/2010 01:45
Rudi Wanto
Kelapa Gading, Jakarta
Saya mempunyai rumah di Jl. Nias, Kelapa Gading, Jakarta. Luas Tanah 10 x 20 mtr. Saat ini saya sedang berniat membangun total ( bangunan lama di robohkan ). Mohon informasinya mengenai GSB dan berapa % untuk serapan, supaya saya tidak salah dan tidak melanggar dalam mendesign rumah tersebut. Lebar halan di depan rumah tersebut 8 - 10 mtr ( termasuk jln utama di kompleks tersebut ). Terima Kasih
19/02/2010 22:14
@ Yth. Bp./Sdr.Fandri di Pluit. Terimakasih atas pertanyaan anda. Mohon maaf baru sekarang saya dapat menyampaikan jawaban melalui forum tanya jawab ini. Dapat saya sampaikan bahwa ketentuan tinggi pagar belakang adalah apabila tidak terdapat dinding bangunan lantai atas pada batas pagar tersebut (hanya pagar pembatas saja), maka tinggi pagar batas maksimum adalah 3 M. Tetapi apabila pagar batas belakang tersebut berfungsi juga sebagai dinding bangunan lantai atas, maka tinggi dinding pagar batas belakang tersebut maksimum 7 M. Hal tersebut dengan tetap memperhatikan kepentingan tetangga (privasi, pencahayaan matahari, dsb). Tetangga dapat saja mengajukan keberatan, namun bila bangunan yang dilaksanakan telah mengikuti ketentuan dan memiliki/ sesuai IMB, maka tidak dapat dilakukan tindak penertiban/ bongkar paksa. Sebaiknya diusahakan jalan penyelesaian dengan musyawarah, dicari solusi bersama agar tidak saling dirugikan. Demikian jawaban dari saya semoga dapat bermanfaat.
28/07/2009 10:29